MAMA
SAHABAT BAIKKU
Mama adalah orang yang paling aku sayangi dan
menyayangiku. Pada kesempatan
kali ini saya akan menuliskan sejarah singkat mengenai mama saya. Mama saya bernama Tinche Andriyani. Ibu lahir di Banjarnegara 21 Januari
1977. Mama
lahir dari orang tua yang sangat sederhana. Mama merupakan anak pertama dari tiga
bersaudara. Mama memiliki dua orang adik yaitu bernama Sri Yani dan Untung
Raharjo.
Semasa kecil mama
di besarkan di Bnajarnegara. Mama
mengawali pendidikanya di TK Madukara,
Banjarnegara. Sekolah mama tidak jauh dari rumah jadi mama tidak dianatar
menuju sekolah beliau berjalan kaki. Eyang
mengatakan bahwa mama adalah sosok yang mandiri.
Setelah lulus dari TK,
Mama melanjutkan ke Sekolah Dasar. Mama melanjutkan di SDN
Madukoro 1, letaknyapun tidak jauh dari rumah karena berdekatan denga TK
Madukara. Mama merupakan siswa yang berprestasi karena sejak kelas 1 hingga
kelas 6 Mama selalu mendapat pringkat 3 besar dan Lulus pun dengan nilai yang
memuaskan.
Setelah 6 tahun menempuh pendidikan di SD, Mama melanjutkan pendidikannya di SMPN
1 Banjarnegara, yang letaknya di dekat alun – alun Banjarnegara. Beliau
berangkat sekolah menggunakan anguktan umun bersama teman- temannya. Di pendidikan menengah pertama mamapun
tetap berada di peringkat tiga besar. Di masa SMPnya beliau menekuni beberapa
bidang yaitu mengikuti bela diri silat dan mengikuti kursus merajut karena mama
sangat suka merajut.
Lulus dari sekolah
menengahnya beliau melanjutkan sekolah yaitu di SMAN 1 Bawang yang letaknyapun
jauh dari rumah sehingga mama mulai menggunakan motor untuk menempuh menuju
sekolahnya. Di SMA Mama mulai mengikuti kegiatan keorganisasian yaitu Osis dan
mengikuti ekstrakurikuler PMR. Di SMA beliau masuk kejurusan IPA fisika. Mama
pun masih menekuni bidang yang sama yaitu mengikuti slat dan merajut. Ada
beberapa prestasi yang beliau raih yaitu mendapat juara 2 lomba kesehatan dan
juara 2 lomba silat.
Setelah
lulus SMA beliau merantau ke Magelang dan melanjutkan kuliah di Magelang
tepatnya di Universitas Muhammadiyah Magelang dengan jurusan Management. Beliau
mengambil di Magelang karena ada keluarga yang rumahnya di Magelang sehingga
mama tidak repot- repot mencari kos- kosan. Disinilah pertemuan mama dengan
ayah. Nama ayahku adalah Trio Iqbal
Pada tahun 1996 mama dan ayah menikah saat itu mama belum
lulus kuliah dan mamapun tetap menjalani kuliah walaupun sudah menikah. Tahun
1997 pada bulan Mei tepatnya mama melahirkan seorang anak laki- laki yang
bernama Muhammad Rizky Iqbal. Karena mama belum lulus kuliah abang aku di asuh
oleh eyangku yang berada di Banjarnegara. Satu tahun beselang aku pun lahir
tepatnya pada bulan Agustus tahun 1998 mama pun masih belum lulus kuliah karena
sempat terhambat dan akupun lebih sering diasuh oleh pengasuh yang membantu
mama dirumah.
Setelah mama
wisuda mamapun sering mencoba- coba berbagai bisnis namun selalu gagal. Ayah
pun selalu mendukung mama dan ayah menyarankan bahwa lebih baik berbisnis di
daerah asal ayah yaitu Riau. Akhirnya mama membuka bisnis disana bersama ayahku
dan hasilnya pun memuaskan dan bisnis itu sampai sekarang masih berjalan.
Pada tahun 2006 mama melahirkan anak perempuan lagi yang
menjadi adikku namanya Nafila Ardelia Iqbal.
Mama
adalah sosok wanita yang sanagt aku kagumi karena mama adalah orang yang bisa
menjadi sahabat dan teman ceritaku. Mama juga termasuk sosok wanita yang tegar
karena beberapa bulan yang lalu mama seharusnya memiliki satu anak lagi namun
Allah tidak mengizinkannya sehingga mama pun keguguran. Satu kata yang selalu
kuingat dalam pikiranku “ banggakan kedua orang tuamu dengan kesuksesan.
Buatlah kesuksesanmu menjadi senyuman orangtuamu dan orang disekitarmu. Allah
selalu ada untukmu jika orang lain tidak adaa”.