Rabu, 04 Januari 2017

ujian praktik bahasa indonesia menulis


OM TELOLET OM

            Di Kota Magelang tinggallah sebuah keluarga kecil yang anggotanya yaitu Didin, Sri, dan Ibunya. Mereka hidup. Mereka hidup dengan kebahagiaan yang sederhana. Didin adalah seorang anak yang mengikuti perkembangan zaman yang ada dan selalu mengerti fenomena- fenomena yang sedang terjadi didalam masyarakat.
            Pagi itu Didin meninggalkan rumah tanpa izin dengan ibunya. Didinpun pergi untuk menghampri temannya yang bernama Aris salah satu sahabatnya.
            “Aris… Ris… Arisssss… main kepinggir jalan bersama teman- teman yang lain yuuks,” ucap Dididn lantang. Arispun keluar rumah sambil mengucek- ucek matanya yang masih terlihat mengantuk.
            “Ngapain main di pinggir jalan? Masih nagntuk tenan ki aku Din,” Ujar Aris. Didinpun menjelaskan bahwa ia ingin mengajak Aris bermain di pinggir jalan untuk mencari atau berburu om tolelot om yang sedang booming di dalam masyarakat. Diapun menyuruh Aris untuk membawa kertas dan sepidol.
            “Ayo Ris buruan, wis di tunggu temen- temen dak pinggir dalan ke lo!” ujar Didin keras dan tegas. Aris dan Didinpun berlari menuju pinggir jalan Mertoyudan untuk berburu om telolet om.
            Sesampainya Didin dan Aris di tempat tersebut ternyata teman- temannya sudah berkumpul dan bersiap untuk memburu om telolet om.
            “Mana kertas dan sepidolnya, Din?” tanya Husa salah satu teman Didin.
            “ Ini Sa, aku udah bawain. Aku tulis dulu ya tulisan om telolet om nya.” Ujar Didin sambil menulis.
            Tak lama kemudian tulisan itu pun jadi dan mereka mulai berburu. Dengan adanya beberapa bus yang lewat tak semuanya memiliki klakson yang berbunyi “tolelot.” Tak lama kemudian akhirnya Didin dan teman- temannya mendapatkan tolelot tersebut, saking senengnya Didin pun melompat- lompat sehingga dial alai akan di belakangnya ada motor yang melaju cepat sehingga Didinpun keserempet dan terjatuh. Teman- teman Didin pun binggung dan khawatir melihat kaki Didin berdarah dan Didin terlihat pucat.

Hari pun mulai siang, matahari sudah bersinar sangat terik. Ibu Didinpun heran kenapa sudah siang begini Didin pun belum terlihat.
            “Sri, “Didin kemana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya?” tanya Bu Janah.
            “Mas Didin pergi bersama teman- temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau telolet bu,” jawab Sri.
            “Oalah, Din, tolelot ki pangganan opo. Lha mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat,” kata ibu.
Tak lam kemudian terdengar suara “Assalammualaikum… Assalammualaikum!!!!” ucap teman- teman Didin bersaut- sautan.
            “Waalaikumsallam,” jawab ibu.
            “Astagfirulloh Din, kamu kenapa luka- luka seperti ini?” tutur Ibu dengan nada khawatir.
            “Didin keserempet motor Buk, tadi Didin kesenengen jadi lupa kalo lagi di pinggir jalan,” ucap Aris menjelaskan.
            “Yowis.. yowiss masuk- masuk. Sing penting Didin gak parah- parah banget. Sri, gek ambil obat gawe ngobati Mas Didin ki,” ucap ibu.
            “Makane, sesuk meneh ojo di baleni yo nak. Ojo dolanan nang pinngir dalan kui bahaya. Nek wis ngene lak Ibu yo dadi khawatir, awakmu yo loro to.” Nasehat ibu Didin.
Akirnya Didin pun minta maaf kepada Ibunya karena main tidak pamit terlebih dahulu dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.




Kamis, 17 November 2016

teks berita


PERINGATAN HUT SMA NEGERI 2 MAGELANG

            Hari Minggu tanggal 16 Oktober 2016 di SMAN 2 magelang diadakan jalan santai dan lomba tumpengan untuk memperingati hari ulang tahun Smada yang ke 37. Acara ini diselenggarakan oleh pengurus OSIS Smada.
            Pada hari itu seluruh siswa SMAN 2 Magelang diwjibkan untuk menghadiri dan mengikuti jalan santai yang di selenggarakan oleh pengurus OSIS Smada. Acara ini juga diikuti oleh warga sekitar SMA 2. Seluruh peserta jalan santai harus tiba di sekolah pukul 06.30 WIB. Sebelum dimulainya jalan santai seluruh siswa bersiap – siap dahulu di lapangan utama supaya acara tersebut segera dimulai. Pendanda dimulainya jalan santai dengan adanya pelepasan balon pada pukul 07.30 dengan rute yang sudah ditentukan. Di dalam sekolah juga terdapat beberapa stand makanan dan minuman yang disajikan untuk peserta jalan santai. setelah peserta jalan santai tiba di Smada di panggung sudah ada beberapa doorprize yang akan dibagikan. Disela- sela pembagian doorprize ada beberapa penampilan dari band- band siswa salah satunya yaitu enterwind band.
            Bersamaan dengan pembagian doorprize siswa yang mengikuti lomba tumpengan diharap segera menuju ruangan yang sudah ditentukan yaitu kelas XI IPA 1 – XI IPA 3. Lomba tumpengan dimulai pukul 08.00 dengan peserta masing – masing kelas diwakli oleh 3 siswa untuk mengikuti. Waktu pelaksanaan lomba yaitu selama 1 jam dan di nilai oleh 2 juri. Para siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan lomba tumpengan yang sudah dirancang oleh pengurus OSIS Smada.

            

sejarah orang terdekat


MAMA SAHABAT BAIKKU
            Mama adalah orang yang paling aku sayangi dan menyayangiku. Pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan sejarah  singkat mengenai mama saya. Mama saya bernama Tinche Andriyani. Ibu lahir di Banjarnegara 21 Januari 1977. Mama lahir dari orang tua yang sangat sederhana. Mama merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Mama memiliki dua orang adik yaitu bernama Sri Yani dan Untung Raharjo.
            Semasa kecil mama di besarkan di Bnajarnegara. Mama mengawali pendidikanya di TK Madukara, Banjarnegara. Sekolah mama tidak jauh dari rumah jadi mama tidak dianatar menuju sekolah beliau berjalan kaki. Eyang mengatakan bahwa mama adalah sosok yang mandiri.
            Setelah lulus dari TK, Mama melanjutkan ke Sekolah Dasar. Mama melanjutkan di SDN Madukoro 1, letaknyapun tidak jauh dari rumah karena berdekatan denga TK Madukara. Mama merupakan siswa yang berprestasi karena sejak kelas 1 hingga kelas 6 Mama selalu mendapat pringkat 3 besar dan Lulus pun dengan nilai yang memuaskan.
            Setelah 6 tahun menempuh pendidikan di SD, Mama melanjutkan pendidikannya di SMPN 1 Banjarnegara, yang letaknya di dekat alun – alun Banjarnegara. Beliau berangkat sekolah menggunakan anguktan umun bersama teman- temannya. Di pendidikan menengah pertama mamapun tetap berada di peringkat tiga besar. Di masa SMPnya beliau menekuni beberapa bidang yaitu mengikuti bela diri silat dan mengikuti kursus merajut karena mama sangat suka merajut.
            Lulus dari sekolah menengahnya beliau melanjutkan sekolah yaitu di SMAN 1 Bawang yang letaknyapun jauh dari rumah sehingga mama mulai menggunakan motor untuk menempuh menuju sekolahnya. Di SMA Mama mulai mengikuti kegiatan keorganisasian yaitu Osis dan mengikuti ekstrakurikuler PMR. Di SMA beliau masuk kejurusan IPA fisika. Mama pun masih menekuni bidang yang sama yaitu mengikuti slat dan merajut. Ada beberapa prestasi yang beliau raih yaitu mendapat juara 2 lomba kesehatan dan juara 2 lomba silat.
            Setelah lulus SMA beliau merantau ke Magelang dan melanjutkan kuliah di Magelang tepatnya di Universitas Muhammadiyah Magelang dengan jurusan Management. Beliau mengambil di Magelang karena ada keluarga yang rumahnya di Magelang sehingga mama tidak repot- repot mencari kos- kosan. Disinilah pertemuan mama dengan ayah. Nama ayahku adalah Trio Iqbal
            Pada tahun 1996 mama dan ayah menikah saat itu mama belum lulus kuliah dan mamapun tetap menjalani kuliah walaupun sudah menikah. Tahun 1997 pada bulan Mei tepatnya mama melahirkan seorang anak laki- laki yang bernama Muhammad Rizky Iqbal. Karena mama belum lulus kuliah abang aku di asuh oleh eyangku yang berada di Banjarnegara. Satu tahun beselang aku pun lahir tepatnya pada bulan Agustus tahun 1998 mama pun masih belum lulus kuliah karena sempat terhambat dan akupun lebih sering diasuh oleh pengasuh yang membantu mama dirumah.
             Setelah mama wisuda mamapun sering mencoba- coba berbagai bisnis namun selalu gagal. Ayah pun selalu mendukung mama dan ayah menyarankan bahwa lebih baik berbisnis di daerah asal ayah yaitu Riau. Akhirnya mama membuka bisnis disana bersama ayahku dan hasilnya pun memuaskan dan bisnis itu sampai sekarang masih berjalan.
            Pada tahun 2006 mama melahirkan anak perempuan lagi yang menjadi adikku namanya Nafila Ardelia Iqbal.
            Mama adalah sosok wanita yang sanagt aku kagumi karena mama adalah orang yang bisa menjadi sahabat dan teman ceritaku. Mama juga termasuk sosok wanita yang tegar karena beberapa bulan yang lalu mama seharusnya memiliki satu anak lagi namun Allah tidak mengizinkannya sehingga mama pun keguguran. Satu kata yang selalu kuingat dalam pikiranku “ banggakan kedua orang tuamu dengan kesuksesan. Buatlah kesuksesanmu menjadi senyuman orangtuamu dan orang disekitarmu. Allah selalu ada untukmu jika orang lain tidak adaa”.
           


Rabu, 02 November 2016

IKLAN



IKLAN
·        Pengertian iklan
Informasi yang isinya membujuk khalayak banyak atau orang banyak supaya tertarik kepada barang/jasa yang ditawarkan. 

·        Jenis – Jenis Iklan
1.      Berdasarkan Tujuan
·        Iklan Komersil : mencari keuntungan dan meningkatkan penjualan (iklan               konsumen, bisnis, professional).

·   Iklan Nonkomersil : digunakan untuk membidik, menginformasikan, dan membujuk orang banyak demi keuntungan sosial.

2.      Berdasarkan Media
·         Iklan Cetak : dibuat dan dipasang menggunakan teknik cetak.
Contoh : koran, majalah, baliho, poster dan sebagainya.
·         Iklan Elektronik : iklan yang ditayangkan melalui media berbasis elektronik.
Contoh : radio, televisi, internet, film dan sebagainya. 

iklan tersebut termasuk jenis iklan non komersil karena iklan tersebut tidak meminta dana atau menarik dana darimana pun.